Meski Pasar Hanya 4 Hari Buka, Pekan Depan Akan Banjir Sentimen

Meski Pasar Hanya 4 Hari Buka, Pekan Depan Akan Banjir Sentimen

Jakarta – Bursa saham di dalam Tanah Air praktis hanya saja berpartisipasi selama tiga hari perdagangan selama pekan ini. Hal ini disebabkan adanya libur panjang di rangka, Isra Miraj 1445 H kemudian Hari Imlek.

Minggu ini pangsa saham bergerak variatif dengan kencenderungan melemah. Angka Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% pada level 7235,15 pada perdagangan Rabu (7/2/2024). Dalam tiga hari perdagangan atau sepekan IHSG turun 0,05%.

Pasar keuangan pada pekan depan akan bergerak volatile, akan sejumlah sentimen dari di negeri lalu luar negeri. Namun lingkungan ekonomi keuangan di negeri hanya sekali akan berjalan 4 hari perdagangan, sebab pada Rabu (14/2/2024) ditetapkan sebagai hari libur nasional pada rangka Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sentimen Dalam Negeri

Dari pada negeri akan terdapat beberapa sentimen menjadi roda penggerak bursa keuangan RI.

Pada hari Selasa (13/2/2024) akan terdapat rilis dari Bank Indonesia (BI) mengenai Ukuran Keyakinan Pelanggan (IKK) Indonesia periode Januari 2024. Perlemahan ekonomi dunia yang tersebut terus berlanjut di area tahun 2024 diprediksi akan semakin di sepanjang tahun. Pengetatan keuangan, kondisi geopolitik yang belum stabil, hingga kemajuan teknologi artificial intelligence (AI) yang mana menyudutkan pangsa tenaga kerja mengupayakan perekonomian global sulit bangkit dalam awal tahun 2024, meskipun kenaikan harga dunia mulai stabil. Meskipun demikian, kondisi perekonomian Indonesia terpantau masih terkendali.

Indeks Keyakinan Pengguna (IKK ) periode Desember 2023 menunjukkan nilai yang mana tambahan tinggi sebesar 123,8 dibandingkan periode November 2023 sebesar 123,6. Hal yang dimaksud dikarenakan Skala Kondisi Kondisi Keuangan (IKE) yang meningkat, khususnya pada Ukuran Pembelian Barang Tahan Lama.

Sementara, pada hari Rabu (14/2/2024) ditetapkan sebagai hari libur nasional pada rangka Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Kemudian bursa keuangan RI akan kembali membuka pada Kamis (15/2/2024), dimana pada tanggal yang dimaksud akan terdapat rilis Neraca Perdagangan Indonesia periode Januari 2024, juga Pertumbuhan Ekspor juga Impor Indonesia periode Januari 2024.

Diketahui, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus sebesar US$ 3,31 miliar pada periode Desember 2023, total yang dimaksud lebih tinggi tinggi dari periode November 2023 yang mana hanya sekali sebesar US$ 2,41 miliar.

Begitu juga dengan nilai ekspor Indonesia pada periode Desember 2023 mencapai US$ 22,41 miliar, atau naik 1,89% melebihi ekspor periode November 2023 (mtm). Perbaikan ekspor ini didorong oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 1,06% serta naiknya ekspor migas sebesar 15,28% (mtm).

Namun, sayangnya nilai impor Indonesia pada periode Desember 2023 tercatat sebesar US$ 19,11 miliar atau turun 2,45% dibandingkan dengan periode November 2023 (mtm). Penurunan kinerja impor Desember 2023 disebabkan turunnya impor nonmigas sebesar 2,26% kemudian turunnya impor migas sebesar 3,33% (mtm).

Dan pada hari hari terakhir pekan (16/2/2024) akan terdapat rilis dari Bank Indonesia (BI) mengenai Penjualan Pasar Konsumen Indonesia periode Desember 2023.

Kinerja pemasaran eceran pada Desember 2023 diprakirakan tetap saja kuat. Hal yang disebutkan tecermin dari Angka Penjualan Riil (IPR) Desember sebesar 217,9 atau secara tahunan berkembang 0,1% (yoy), didorong oleh meningkatnya perkembangan Tim Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan juga Makanan, Minuman, serta Tembakau. Secara bulanan, jualan eceran juga diprakirakan meningkat, dengan perkembangan sebesar 4,8% (mtm). Performa seluruh kelompok diprakirakan meningkat, teristimewa pada Tim Peralatan Berita juga Komunikasi, Subkelompok Sandang, dan juga Tim Makanan, Minuman, lalu Tembakau sejalan dengan perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal serta libur tahun baru yang dimaksud meningkatkan permintaan di negeri, dan juga strategi potongan biaya dari retailer.

Sementara pada November 2023, IPR tercatat tetap saja kuat sebesar 207,9 atau secara tahunan bertambah sebesar 2,1% (yoy). Tetap kuatnya kinerja pelanggan eceran yang disebutkan teristimewa didorong oleh Subkelompok Sandang juga Grup Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang digunakan meningkat meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Secara bulanan, transaksi jual beli eceran masih meningkat sebesar 0,2% (mtm), teristimewa ditopang oleh meningkatnya peningkatan Grup Suku Cadang kemudian Aksesori juga Subkelompok Sandang.

Sentimen dari Luar Negeri

Dari China masih akan sepi sentimen pada pekan depan, dikarenakan China berada dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2024. Dikutip dari China Highlight, hari libur umum untuk Tahun Baru Imlek mencapai delapan hari dari Tahun Baru Imlek hingga hari ke-8 tahun baru kalender lunar. Tepatnya pada 10 hingga 17 Februari 2024.

Sementara dari Amerika Serikat (AS), terdapat beberapa sentimen yang mana dapat mempengaruhi pangsa keuangan RI khususnya pada pergerakan mata uang garuda.

Pada hari Selasa (13/2/2024) akan ada rilis Ukuran Harga Customer (IHK) atau data pemuaian Negeri Paman Sam periode Januari 2024.

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja Negeri Paman Sam menunjukkan bahwa Skala Harga Pelanggan (IHK) meningkat sebanyak 3,4% (yoy) pada periode Desember 2023, naik dari 3,1% pada periode November 2023. Dibandingkan dengan bulan November (mtm), tingkat pemuaian Amerika Serikat mencapai 0,3%, meningkat dari level 0,1% pada bulan sebelumnya.

Hasil dari data pemuaian Negeri Paman Sam periode Januari 2024 tentunya akan menjadi penentu arah mata uang garuda terhadap dolar Negeri Paman Sam selama sepekan depan.

Berlanjut pada Kamis (15/2/2024), akan terdapat rilis laporan bulananan IEA, klaim pengangguran awal kemudian berkelanjutan, transaksi jual beli ritel periode Januari 2024, Skala Harga Ekspor dan juga Impor periode Januari 2024.

Diketahui klaim pengangguran awal Negeri Paman Sam yang digunakan terbit pada 8 Februari 2024 sebesar 218ribu, bilangan bulat ini turun dari periode 1 Februari 2024 sebesar 224ribu. Begitu juga dengan klaim pengangguran berkelanjutan Negeri Paman Sam yang dimaksud terbit pada 8 Februari 2024 sebesar 1,87 juta, hitungan ini turun dari periode 1 Februari 2024 sebesar 1,89 juta.

Klaim pengangguran yang mana menurunkan menandakan bursa tenaga kerja Negeri Paman Sam kemudian ekonomi Negeri Paman Sam yang dimaksud kuat, sehingga dapat mengurungkan niat The Fed untuk memangkas suku bunga. Hal ini dapat memacu dolar Amerika Serikat lebih besar kuat terhadap mata uang asing lainnya termasuk rupiah.

Selain itu yang dimaksud dapat mempengaruhi nilai tukar dolar Negeri Paman Sam juga dari pemasaran ritel AS. Diketahui Negeri Paman Sam akan merilis data perdagangan ritel periode Januari 2024, sementara itu data pelanggan ritel Negeri Paman Sam pada periode Desember tercatat naik melebihi bulan sebelumnya, 0,6% vs 0,3%.

AS juga akan merilis indeks biaya ekspor lalu impor periode Januari 2024. Diketahui, indeks biaya impor Negeri Paman Sam tidak ada berubah pada bulan Desember, setelahnya mengalami penurunan di 2 bulan sebelumnya. Harga impor Amerika Serikat turun 1,6% untuk tahun yang digunakan berakhir pada bulan Desember. Harga impor Negeri Paman Sam belum meningkat pada 12 bulan sejak Januari 2023.

Sementara, indeks biaya ekspor Amerika Serikat turun 0,9% untuk bulan ketiga berturut-turut dalam bulan Desember. Penurunan yang disebutkan merupakan penurunan di 1 bulan pertama sejak Juni 2023. Penurunan harga jual pada ekspor pertanian serta non-pertanian berkontribusi terhadap penurunan pada bulan Desember. Harga ekspor Negeri Paman Sam turun 3,2% selama setahun terakhir. Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini, penurunan pada bulan Desember merupakan penurunan terkecil di 12 bulan sejak Februari 2023.

CNBC Indonesia Research

[email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *