Minyak Melejit 6% Dalam Sepekan, Ulah Konflik Timur Hingga negeri Ukraina

Minyak Melejit 6% Dalam Sepekan, Ulah Konflik Timur Hingga negeri negeri Ukraina

Jakarta – Harga minyak mencatatkan kenaikan lima hari beruntun pada pekan ini dan juga menyembunyikan akhir pekan dengan sangat sumringah. Kenaikan nilai minyak yang digunakan signifikan pada sepekan seiring dengan berkecamuknya konflik pada Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan hari Hari Jumat (9/2/2024), nilai minyak mentah WTI ditutup menguat 0,81% dalam tempat US$76,84 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup lebih lanjut tinggi atau naik 0,69% pada kedudukan US$82,19.

Dalam sepekan kedua nilai minyak meningkat pesat dengan minyak mentahWTIterapreasiasi 6,31% juga minyak mentahbrent melejit 6,28%. 

Harga minyak berakhir lebih lanjut tinggi pada hari Hari Jumat serta naik sekitar 6% secara mingguan, didorong perasaan khawatir mengenai pasokan dari Timur Tengah yang dimaksud meningkat dan juga pemadaman listrik memperketat bursa produk-produk olahan.

Minyak berjangka naik sepanjang minggu ini, didukung setelahnya penolakan Utama Menteri negeri Israel Benjamin Netanyahu terhadap proposal gencatan senjata kelompok Hamas pada hari Rabu. Kenaikan minggu ini mengikuti penurunan 7% pada minggu sebelumnya.

“Kami yakin bahwa inovasi nilai yang dimaksud terjadi dari minggu ke minggu seperti ini akan semakin menjadi ciri lingkungan ekonomi minyak mentah sepanjang sisa bulan ini, kecuali berita utama bullish dari Timur Tengah yang digunakan dapat memaksa penyesuaian neraca minyak global,” ujar Jim Ritterbusch. presiden Ritterbusch and Associates LLC di dalam Galena, Illinois, terhadap Reuters.

Perusahaan-perusahaan energi Amerika Serikat minggu ini juga menambah 4 rig minyak lalu gas alam menjadi 623 rig pada minggu ini, yang mana merupakan hitungan tertinggi sejak pertengahan Desember, menurut laporan perusahaan jasa energi Baker Hughes.

Produksi di negeri Negeri Paman Sam kembali ke rekor tertinggi 13,3 jt barel per hari pada pekan ini, menurut Administrasi Pengetahuan Tenaga AS. Siklus lalu, cuaca dingin menyebabkan penutupan wilayah produksi minyak secara luas.

Pasukan negeri Israel pada hari hari terakhir pekan melanjutkan serangan udara mematikan di tempat Jalur Gaza. Pada hari Kamis, pemboman kota perbatasan selatan Rafah membantu meningkatkan biaya minyak sekitar 3%.

“Dengan pernyataan bahwa ‘tidak ada bagian dari Jalur Wilayah Gaza yang tersebut kebal dari serangan Israel’, tiada sulit bagi para pelaku minyak untuk menyimpulkan bahwa tanpa mempertimbangkan perdamaian, premi konflik tidak ada akan cukup untuk dihargai,” ujar John Evans, manusia analis pada PVM, untuk Reuters.

Harga minyak mentah berjangka juga didukung oleh menguatnya biaya bensin dan juga solar oleh sebab itu penghentian produksi kilang di tempat Amerika Serikat secara signifikan, baik yang dimaksud direncanakan maupun tidak, yang mana memperketat bursa produk.

Bensin berjangka Rbc1 naik sekitar 9% pada seminggu menjadi US$2,34 per galon sementara minyak pemanas berjangka Hoc1 meningkat 11% menjadi US$2,96 per galon.

Kemudian, negara Ukraina melancarkan serangan drone terhadap dua kilang minyak di tempat Rusia selatan pada hari Jumat, yang digunakan mengakibatkan kebakaran di tempat kilang Ilsky. Selain Kilang Afipsky, terdapat kilang Krasnodar Krai, yang digunakan berbatasan dengan Krimea dalam pantai Laut Hitam serta Laut Azov, merupakan infrastruktur lain yang dimaksud diserang.

Rusia telah lama mengekspor lebih besar sejumlah minyak mentah pada bulan Februari daripada yang tersebut direncanakan berdasarkan kesepakatan OPEC+, menyusul kombinasi serangan pesawat tak berawak kemudian gangguan teknis di area kilang-kilangnya.

“Masih perlu diberikan bukti bahwa Rusia mampu menghurangi ekspor minyak secara memadai bahkan tanpa kendala terkait cuaca,” ujar Carsten Fritsch, analis di dalam Commerzbank, pada hari hari terakhir pekan mengacu pada pemotongan kuota OPEC+ di dalam negara tersebut.

Pada hari Kamis, Departemen Keuangan Negeri Paman Sam memberikan sanksi terhadap tiga entitas lainnya yang mana berbasis di dalam Uni Emirat Arab (UEA) serta satu kapal tanker yang tersebut didaftarkan oleh Liberia oleh sebab itu melanggar batasan nilai tukar minyak Rusia yang mana ditetapkan oleh koalisi negara-negara Barat.

Sanggahan: Artikel ini adalah hasil jurnalistik merupakan pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak ada bertujuan mengundang pembaca untuk membeli, menahan, atau jual produk-produk atau sektor pembangunan ekonomi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidaklah bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari tindakan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *