Perbedaan Game kemudian Judi Online, Awas Jangan Salah Kaprah

Perbedaan Game kemudian Judi Online, Awas Jangan Salah Kaprah

JAKARTA – Kesimpangsiuran informasi mengenai perbedaan antara game online serta judi online masih menjadi isu yang mana relevan di tempat masyarakat. Namun, apa sebenarnya yang menghasilkan suatu permainan online dapat dikategorikan sebagai judi?

Saat ini publik diminta waspada maraknya praktik judi online lantaran dapat menyebabkan orang kecanduan.

Namun banyak orang yang mana salah mengartikan permaian game lalu judi online. Padahal kedua jenis ini mempunyai perbedaan. Lantas apa bedanya?

Azmi Syahputra, orang Dosen Hukum Pidana pada Universitas Trisakti, menjelaskan bahwa pada konteks hukum, suatu permainan atau gim dapat dianggap sebagai judi jikalau memenuhi kriteria yang diatur di Pasal 303 ayat (3) KUHP.

Menurut Pasal 303 ayat (3) KUHP, permainan judi memiliki unsur keuntungan yang digunakan bergantung pada peruntungan atau kemahiran lalu kepintaran pemain, dan juga melibatkan pertaruhan.

Azmi berpandangan, game online merupakan hiburan kemahiran untuk menguji seseorang di permainan. Maka, kata dia, game online belum tentu termasuk ke di kategori judi.

Kendati terdapat juga unsur membeli poin, namun game online bukan bisa jadi disebut sebagai judi. Dengan catatan, hal itu dilaksanakan semata-mata dalam di permainkan dan juga bukan dapat ditukar atau diperjualbelikan kembali.

“Meskipun ada kemiripan dengan judi pada praktiknya, khususnya yang sulit dikenali atau disembunyikan, penting untuk memperhatikan tanda-tanda seperti permintaan data pribadi di area awal permainan atau adanya nominal hadiah, yang cenderung mengarah pada perjudian,” ujar Azmi.

Namun, di hukum positif ketika ini, game online belum dapat dikategorikan sebagai judi selama tidak ada ada pertaruhan kemudian hasil transaksinya tak dapat ditukar dengan uang asli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *